Rabu, 29 Mei 2013

Berkas Pelanggaran Pemilu Kada NTT Diserahkan ke Polisi

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (28/5), menyerahkan berkas kasus dugaan pelanggaran pemililihan gubernur ke polres setempat untuk diproses lebih lanjut.

Berkas tersebut memuat temuan seorang guru yang mencoblos 10 surat suara untuk pasangan calon Gubernur Frans Lebu Raya dan calon Wakil Gubernur Benny Litelnoni pada pemungutan suara Pemilihann Umum Kepala Daerah (Pemilu Kada) NTT putaran kedua, 23 Mei lalu.

"Sesuai hasil kajian dugaan pelanggaran pemilu kada di Sumba Barat Daya, disimpulkan bahwa itu kasus pidana. Sehingga direkomendasikan ke penyidik kepolisian," kata Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTT Nelce Ringu kepada Media Indonesia.

Ia mengatakan, dalam kasus pelanggaran pemilu kada, tugas pengawas pemilu ialah mengumpulkan data diserta bukti-bukti kemudian melakukan kajian. Jika ditemukan pelanggaran pidana, diteruskan ke penyidik. Data pelanggaran pemilu kada juga disimpan, untuk digunakan jika panwaslu dimintai keterangan terkait sengketa pemilu kada di Mahkamah Konstitusi (MK).

Selain itu, Panwaslu juga menemukan dugaan pelanggaran di dua tempat pemunggutan suara (TPS) di Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara. Yakni di TPS 1 Desa Susulaku dan TPS 1 Kelurahan Fatoin. Di dua TPS tersebut Kelompok Penyelenggara Pemunggutan Suara (KPPS) dilaporkan minta menyerahkan kembali sertifikat hasil perhitungan suara (Model C1-KWK).

Menurut Nelce, panwaslu setempat sedang mengkaji laporan itu untuk menentukan apakah kasus tersebut masuk pelanggaran pidana.

Begitu pula kasus dugaan politik uang di Desa Tubuhue, Kabupaten Timor Tengah Selatan, yang dilakukan Lusia Adinda Lebu Raya, istri salah satu calon gubernur beberapa hari sebelum pemilu kada putaran kedua, menurut Nelce, masih dikaji. 

Panwaslu Timor Tengah Utara sudah melayangkan undangan kepada Lusia guna memberikan klarifikasi terkait kasus tersebut, tetapi Lusia belum datang. "Surat kepada Lusia Adinda Lebu Raya bersifat undangan sehingga bisa dipenuhi atau tidak dipenuhi, tetapi kasus dugaan pelanggaran pemilu kada ini terus diproses," katanya. 

Sumber: metrotvnews.com

Jusuf Kalla Minta Warga Komodo Jaga Kebersihan

Hal ini penting, agar para turis yang datang ketempat itu betah dan mau tinggal bersama penduduk didesa itu. Demikian diungkapkan Jusuf Kalla ketika berbicara dengan masyarakat di Desa Komodo, Senin (27/5). ”Saya minta warga harus terus menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan desa ini. Kalau kampung ini bersih maka wisatawan pasti mau datang. Jangan buang kotoran, sampah ataupun hajat sembarangan. Harus senyum kalau ketemu tamu yang datang kesini,” ajak Kalla.

Dia mengunjungi desa itu bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Eka Pangestu bersama direktur utama Bank BNI, Gatot Mudiantoro Suwondo serta para staf BNI utusan dari berbagai kabupaten di daratan Flores. Dia menambahkan, warga diminta mengkomsumsi air bersih, anak-anak harus dilatih orang tua untuk akrab dengan setiap tamu yang datang, harus senyum dan memberikan pelayanan, bila perlu belajar bahasa Inggris.

Selain itu, kondisi rumah perlu diperbaiki lagi agar bisa dijadikan tempat tinggal oleh para turis agar turis bisa menetap. Menurut Kalla, ketika Komodo sudah ditetapkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia maka masyarakat harus dipersiapkan betul sebab praktis arus kunjungan wisatawan akan kian meningkat dari hari ke hari. Sehingga warga lokal harus menangkap peluang ini agar bisa memberikan dampak bagi warga lokal dalam meningkatkan kesejahteraan hidup. Dirinya menyambut positif berbagai program yang telah dilakukan Bank BNI bekerja sama dengan Yayasan Komodo Kita dalam menetapkan Desa Komodo sebagai desa Wisata Komodo BNI.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Eka Pangestu dalam kesempatan yang sama mengatakan yang diinginkan dari para tamu yang mengunjungi desa ini adalah setiap tamu baik itu wisatawan yang datang maupun turis domestik yang mengunjungi desa itu harus membawa pulang cerita yang sangat mengesankan sehingga bisa mendorong orang untuk mau datang ketempat itu. Karena itu tempat ini harus bersih, aman dan tertib, indah serta ramah.

Selama ini, kata dia, sudah dibangun keselarasan antar semua lembaga baik itu BNI bersama YKK dan masyarakat. Kementerian Pariwisata sendiri mendukung daerah wisata melalui program PNPM Wisata. Berbagai kerajinan tangan, souvenir, batik dan lainnya sudah mulai dikembangkan masyarakat. ”Kita buat sama-sama untuk kemajuan kita dan daerah ini,”ungkapnya. Seperti disaksikan Timor Express, Jusuf Kalla tiba di Labuan Bajo bersama rombongan wartawan dari berbagai media dari Jakarta dan Direktur Utama BNI, Gatot Mudiantoro Suwondo dan para staf BNI. Tampak Dirut Gatot memberikan sejumlah bantuan baik kepada masyarakat setempat maupun Pemda Mabar berupa motor sampah.

Tidak ada pejabat yang ikut bersama rombongan JK. Hanya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang sudah sehari lebih dahulu menunggu di Labuan Bajo ikut bersama ke Desa Komodo guna mengikuti serangkaian acara peletakan batu pertama pembangunan sumur dan MCK bagi warga, mengunjungi Puskesmas Komodo dan berjanji akan membangun dua Masjid bagi warga desa itu.

Sumber : Timor Express Selasa, 28 Mei 2013

Putaran Dua Pilgub NTT, Frenly Menang Mutlak di Lembata

Sekitar 41.131 pemilih atau 80,27% warga Lembata yang mengikuti putaran kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 23 Mei menghendaki pasangan Frenly (Frans Leburaya-Beni Litelnoni). Adapun pasangan Eston Funai-Paul Tallo hanya meraih 10.112 atau 19,73%. 

Hal itu terungkap dari hasil rapat pleno rekapitulasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lembata, Selasa (28/5).

Pleno di tingkat KPUD Kabupaten Lembata, Selasa (28/5) tersebut menunjukkan keunggulan pasangan Frenly yang merata di sembilan Kecamatan di Lembata. Keunggulan merata di 9 kecamatan di Lembata tersebut akhirnya menempatkan pasangan calon Gubernur incumbent  dan mantan Wakil Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) itu, memenangi pemilihan di Lembata. 

Ketua KPU Lembata Alexius Rehi Karangora menyebutkan, keunggulan pasangan Frenly tidak tertandingi di daerah itu. “Dari total daftar pemilih tetap (DPT) 69.800, ada 51.242 suara sah, pasangan Frenly meraup 41.131 suara atau 80,27%. Sedangkan pasangan Eston-Paul meraih
10.112 atau 19,72 %” ujar Karangora.

Hanya saja, dia mengaku prihatin melihat banyaknya pemilih yang tidak menggunakan hak, atau golput. Dari DPT 69.800, ternyata yang tidak memilih mencapai 18.000 orang. 

“Kami sebarkan undangan memilih dari rumah ke rumah, tetapi tetap saja pemilih berkurang. Pada hari H Pilgub pada 23 Mei bertepatan dengan cuaca yang tidak bersahabat. Hujan deras selama tiga hari menyebabkan banyak petani memilih untuk pergi ke kebun untuk membersihkan tanaman dan persiapan musim tanam jadi tidak bisa hadir ke tempat pemungutan suara (TPS),” ujar Rehi.

Sumber: metrotvnews.com

35 Imigran Rohingya Ditangkap di Kupang

Aparat Kepolisian Resor (Polres) Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) menangkap 77 imigran gelap di Pulau Ndao, Kabupaten Rote Ndao. Dimana, 35 diantaranya adalah imigran asal Rohingya, sisanya dari Banglades, dan Iran.

"Ada 77 imigran gelap yang ditangkap di Pulau Ndao itu," kata Kapolres Rote Ndao, Ajun Komisaris Besar Hidayat, Selasa, 28 Mei 2013. Imigran yang ditangkap itu yakni 35 asal Myanmar, 14 Banglades dan Iran 27 orang, 1 warga negara Indonesia (WNI). Jumlah laki-laki sebanyak 59 orang, perempuan 18 orang, dan 7 anak-anak.

Menurut dia, puluhan Imigran gelap itu diberangkatkan dari Pelabuhan Larerea, Sinjai, Sulawesi Selatan pada 19 Mei 2013 lalu menuju Australia. Sebenarnya, mereka telah berhasil mendekati Asmore Reef (Pulau Pasir), namun kapal yang ditumpangi dihantam gelombang, sehingga mereka memilih kembali, sambil menunggu cuaca membaik.

Dalam perjalanan kembali ke Pulau Rote, mereka ditangkap aparat kepolisian dan nelayan Pulau Ndao, dan langsung diamankan di Polres Rote Ndao. "Imigran itu, hari ini telah kami evakuasi ke Kupang untuk diamankan di rumah detensi imigran (Rudenim)," katanya.

Dari 77 imigran yang ditangkap itu, terdapat satu orang anak buah kapal (ABK) dan seorang perempuan dari Pulau Jawa yang suaminya berasal dari Myanmar. "Turut diamankan satu ABK, dan seorang perempuan Jawa," katanya.

Kepala Imigrasi Kupang, Silvester Sililaba mengatakan, pihaknya masih menunggu proses evakuasi para imigran itu ke Kupang, untuk selanjutnya di proses dan diamankan di imigrasi. "Benar, ada 77 yang ditangkap di Rote Ndao," katanya.

Namun, dia mengaku kesulitan untuk menampung 77 imigran gelap tersebut, karena Rudenim Kupang telah penuh, sehingga tidak mampu menampung imigran tersebut. "Untuk sementara, kami akan menampung mereka di bekas kantor imigrasi," katanya. 

Sumber: tempo.co

Selasa, 28 Mei 2013

Harga Tanah di Pulau Komodo Capai Rp 10 Juta per Meter

Sejak masuk dalam nominasi News Seven Wonders, banyak perubahan yang terjadi di Pulau Komodo. Tingginya minat wisatawan untuk berkunjung ke 'Pulau Naga' tersebut mempengaruhi harga tanah.
Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten Manggarai Barat Benedektus Banu mengatakan, jumlah wisatawan yang dahulu dibawah 20 ribuan orang, kini melonjak drastis mendekati angka 50 ribuan per tahun.
"Harga tanah pun disini langsung meroket, menjadi 10 jutaan per meter,’’ ujar Benedekus seperti dikutip dari rilis resmi Jusuf Kalla, Senin (27/5).
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, kedatangan turis-turis baru dikatakan bermanfaat jika para turis turun berwisata, berbelanja, makan ikan bakar atau membeli souvenir.
Syaratnya, kata JK, Desa Komodo harus bersih, sampah tidak ada, dan masyarakatnya ramah. ‘’Jangan jadikan pantai sebagai WC, kambing ternak tidak boleh berkeliaran,’’ kata JK. 
Selain itu, JK juga mengajak warga untuk terus menjaga tradisi gotong royong termasuk aktif menjaga dan memeperbaiki desanya. Dia mengataka, jika Desa Komodo menjadi bagus, yang menikmati adalah warga desa. 
Suasana di Labuan Bajo, sejak Komodo dikukuhkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia, terus menunjukkan geliat pembangunan. Media Officer JK, Husain Abdullah mengatakan, beberapa tanda-tanda kemajuan dan pembenahan infrastuktur sudah mulai terlihat.
Bandara Komodo di Labuan Bajo, kini dibangun lebih modern dan rencananya akan dipakai saat event Sail Komodo, 9 hingga 14 September 2013 mendatang. 
Sumber: republika.co.id

47 Siswa SMA Katolik Giovanni Kupang Raih Nilai 10 UN Kimia

Sebanyak 47 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Katolik Giovanni Kupang mendapat nilai 10 pada mata pelajaran Kimia dalam  Ujian Nasional (UN)  tahun ajaran 2012-2013. 

Siswa yang mendapat nilai 10 ini semua berasal dari jurusan IPA. Hal ini disampaikan Kepala SMA Katolik Giovanni, Romo. Drs. Stefanus Mau ketika ditemui Pos- Kupang.Com  di ruang kerjanya, Selasa (28/5/2013).

Menurut Mau, 47 orang yang mendapat nilai UN 10  itu berasal dari jurusan IPA atau dari total siswa jurusan IPA sebanyak 164 orang. Sedangkan untuk mata pelajaran matematika dengan nilai 10 ada satu orang.

"Tahun ini kelulusan di sekolah kami 100 persen dan jumlah siswa yang mengikuti UN sebanyak 308 orang dengan rincian jurusan bahasa sebanyak 12 orang, IPA 164 orang dan jurusan IPS sebanyak 132 orang," kata Mau.

Dia menjelaskan, sekolah itu sudah tiga tahun berturut-turut kelulusan 100 persen dan kondisi itu terus dipertahankan. Dalah satu upaya yang selalu ditempuh adalah mengintensifkan bimbingan belajar dan juga try out menjelang ujian.

"Dalam menghadapi UN tahun ini kami persiapkan secara maksimal. Dan dalam persiapan itu, semua siswa kami selalu mengikuti proses yang telah kami tetapkan sehingga dalam UN mereka telah terbiasa menyelesaikan soal-soal," jelasnya.
Selain Kimia, Mau mengakui, untuk matematikan hanya satu siswa yang meraih nilai 10, tetapi secara rata-rata nilai yang  diperoleh berkisar 9,75, sedangkan nilai terendah 6,0 dan hanya terjadi pada satu orang. 

"Nilai rata-rata 9,75di sekolah ini sangat dominan pada semua jurusan maupun mata pelajaran. Dan untuk nilai matematika, hanya ada 1 orang yang meraih nilai 10, sedangkan lainnya rata-rata mendapat nilai antara 8 -9," ujarnya.

Tentang nilai Kimia yang tinggi, ia mengakui hal itu sesuai dengan kerja keras dan seiru baik siswa maupun guru dalam memberi pelatihan dan juga bimbingan belajar. 

"Kami juga kerjasama dengan ITB dan mendatangkan guru untuk mengajar mata pelajaran kimia," kata Mau.

Sumber: kupang.tribunnews.com

Rekapilutasi Suara di KPU Kota Kupang Terganggu

Rekapitulasi perhitungan suara pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) putaran kedua di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang, Selasa (28/5), terganggu. Sebabnya, kebakaran lahan kering di sekitar kantor.

Api makin membesar dan mendekati kantor KPU Kota. Petugas yang tengah kushyuk melakukan penghitungan suara, panik. Mereka pun berhamburan keluar. Selain api, kepulan asap juga sangat mengganggu petugas. 

Beruntung kobaran api tidak menjangkau kantor KPU. Api berhasil dipadamkan petugas pemadaman kota 30 menit kemudian. 

Sumber: metrotvnews.com